spreading the good feel

Archive for Januari, 2010

Joke

Based on Boswell’s Journal for 31st May, 1764 (Joseph A. Galiian: Contemporary Abstract Algebra)

Let me laugh first before I tell you this ‘pikasurieun’ joke, wkwkwkwk, ok enough, check out it then…

***

-Man1-

I went this far with him, “Sir, allow me to ask you one question. If the Church should say to you, ‘two and three make ten,’ what would you do??”

-Man2-

“Sir,” said he, “I should believe it, and I should count like this: one, two, three, four, ten.”

-Man1-

&^%$#@? I was now fully satisfied.

***

Hahaha…aya2 wae iihh ieu joke teh, hadduuhh dassaarr Gallian…bissaaa ajjaa, hmm lumayanlah bacaan ringan di tengah2 kegalauan (halaah kamana atuh galauu…)

Iklan

Sakit + Hati = Syukur

Note kali ini temanya sakit hati, yaa sakit hati karena apa ajalah…mau sakit hati sebab dikhianati, sakit hati karena kehilangan barang yg dicintai setengah mati, sakit hati sebab kata2 org lain yg setajam peniti, sakit hati liat org lain lebih sukses dari hari ke hari (iddiihh ini mah namanya ngiri kali yi hihihihi…), atau sakit hati karena sakit gigi (hih?? Emang ada ya?? Alm Meggy Z meureun…lebih baik sakit gigi daripada sakit hati…)

(lebih…)

Dream Box


I put my dreams in a box


So they’ll never spoil

Hidden from the sunlight Underneath the soil

“You can never be too careful with a secret…”
As someone once said

“But, would it be safer to keep it locked up in your mind…”

Then I’ll keep all of my dreams sheltered in my mind…

***


Dedicated to everyone who trying to pursue his/her dream…


Acha acha fighting!! \^,^/

(naha siga indihe nya?? Acha acha…meregehese *sambil goyang2 kepala tea*)

Assiik nemu pic yg pas sama judulnya…alhamdulillah hehe

Prince of Heart

On one occasion (English class)…it was about ten years ago…

Ceritanya tiap pelajaran bahasa Inggris, sebelum memulai materi, dua pasang teman sebangku harus maju dan melakukan conversation singkat tentang apa saja, bebas. Bagi yg sudah punya persiapan mah oke2 saja, saat giliran namanya dipanggil ga akan ngerasa jadi masalah, secara udah punya catatan yg bisa dibaca kalau2 nanti di depan lupa sama dialognya. Lha, yg belum bikin?? Alamat, cilaka 12 lah. Hukuman menanti sepulang sekolah. My teacher gitu…ampun dah!!

And…We were on fire. Belum punya persiapan cuy, si teman sebangku saya juga sama. Ga biasanya pada lupa si kita ini, hehe ngeles, bukan lupa kali ya, penyakit M-nya tuh kambuh. Yasudlah cuma bisa merasakan cemas2 sambil berharap semoga diselamatkan untuk tidak dipanggil hari itu. Ngebut bikin aja gimana, ide teman sebangku saya. Hmm boljug tuh. Daripada ga bikin kan.

(lebih…)

Perfect Moment

Hmm…perfect!!

Really like this moment. Kelar ujian. Udah nyampe kosan. Eehh…turunlah hujan. Alhamdulillah…kamar juga lagi adem2nya ini. Buku2 udah pada rapi di tempatnya masing2. Ga ada ceritanya daku pake tidur2 lagi di lantai sebab buku2nya yg naik jabatan tidur di kasur, hehe…*ngeles, bilang aja saking malesnya beresin buku.

Harusnya saat2 begini teh jadi saat2 yg sempurna banget buat baca buku di kasur sambil tidur2an. Selimutan. Nanti yg ada malah jadinya ketiduran. Haha…tapi sayang beribu sayang, daku lagi dihantam ketidaknyamanan. Sakit gigi, bo!!

OMG!!

(lebih…)

Sekata

Dermaga…

Melaju pada pelabuhanmu sama saja dengan menabrakkan kapal yg kunahkodai ke gunung es yg menjulang kokoh di hadapanku tanpa daya, tanpa usaha, tanpa merasa perlu berupaya. Kemudian lantak berkeping tak menyisa.

Dan tak kusadari betapa bukan itu yg kuperlu. Aku tak butuh kehancuran untuk menjadi sadar bahwa bukan padamu aku menuju.

Benar, bahwa aku hanya punya bahasa untuk mengurai arti ‘dirimu’ dalam sebuah frasa. Tapi sayangnya bahasamu tanpa aksara, tanpa bisa dimakna dalam sekali baca. Sementara yg baru bisa kucerna hanya mengeja. Lalu bagaimanakah yg disimpan kata akan sampai pada maknanya??

Pun ketika tanya meruah menjadi retorika, tetap tak mampu mengubahmu dalam sekata. 1 kata yg hanya ingin aku bahasakan, padamu saja, dengan sangat sederhana: cinta.

***

Untuk ‘dirimu’ yg tak lagi mampu kutuju…melainkan atas ijin Tuhanmu…

Suatu Pagi di Suatu Hari dalam Hidupku

Pagi hari adalah gairah.
Simbol kehendak.
Juga kesegaran di awal waktunya.

Bagi orang-orang beriman, pagi adalah inspirasi cinta, atas dasar iman itu. Maka pagi tak sekedar sepotong waktu, tapi juga dasar filosofi hidup: filosofi bergegas. Pagi selalu datang dalam sekejap. Ia hanya memberi waktu dan kesempatan dalam detik-detik awalnya. Orang-orang harus berlomba, sedikit saja terlewatkan, sesungguhnya ia telah kehilangan kesempatan. Seperti itu pula kehidupan itu sendiri. Selalu ada kompetisi, persaingan, bahkan perebutan kesempatan. Orang-orang yang hidup dengan semangat dan filosofi pagi sangat memahami bahwa persaingan menuju kehidupan ini diawali dari detik pertama kita menginginkan apa yang kita mau, bahkan sebelum kesempatannya datang.

(lebih…)