spreading the good feel

Archive for the ‘Stories of Whatever Thing’ Category

Obat Kuat

“Mba, kemana aja, lama banget ga kasih kabar, sehat?” ayah memulai pembicaraan setelah salam dengan nada khawatir, sebab teleponnya yg pertama gagal diterima putri sulungnya, saya. Memang sebelumnya saya membalas miss called dari nomor ayah dengan sms, “tadi mba ina beli obat dulu, yah…”

Mungkin karena ada frase kata ‘beli obat’ itu yg membuat ayah semakin khawatir. Sudah cukup lama tak kasih kabar, ternyata ketika dihubungi anaknya sedang membeli obat, jangan2 sedang kenapa2, mungkin pikir ayah begitu.

(lebih…)

Iklan

ADA

Mungkin di kenaifan kita, ada kehidupan yg diam2 bisa beranjak menembus nadirnya lewat dukungan yg serba biasa dan bersahaja. Jadi mengapa terburu2 mengatakan diri kita tak berarti apa2 bagi sesama?

(lebih…)

Katakanlah Kita Beda…

Doa2 terlantun kian dalam. Bantuan2 dikerahkan kian gencar. Berita2 pro digaungkan kian lebar. Bagi mereka, penduduk bumi yang terampas hak asasi manusianya untuk hidup damai, yang kini tengah terengah berjuang menyambung nafas dari hari ke hari demi kedaulatan negeri yang tak hanya lagi setengah mati mereka dekap. Setiap ketakutan dan keberanian menjadi ironi yang tak menyurutkan nyali. Kesusahan dan keterbatasan yang datang tak berganti2, perlahan membuka mata dunia yang masih ragu berpihak. Meyakinkan nyata bahwa yang terjadi disana bukan lagi baku hantam senjata biasa, melainkan keganasan entitas rezim besar kepala dan sok berkuasa yang berlagak seperti manusia.

(lebih…)

Dan Biarkan… -Seuntai Doa untuk Gaza-

Dan biarkan jemari uji menggenggammu sesaat, sahabat. Agar mereka tersadar bahwa ketika itulah kekuatanmu justru terpancar. Meski mereka membayangi di seluruh wajah takdir, sehingga melulu terlihat sinis layaknya sipir yang menyinyir, bahkan membenamkanmu hingga ke batas nadhir, tapi tak menghilangkan pesonamu sedikitpun di mata semesta dan mungkin hingga kelak di hari akhir. Justru mereka akan mengingat bahwa ketakutan yang mungkin terlukis pada sekujurmu, tak akan seinchi pun mengantarkan pada kekalahan, sebaliknya, akan menjadi daya tak terkalahkan yang menghujam dalam diingatan mereka, rezim yang sudah tak lagi layak disebut manusia.

(lebih…)

5 Cewek Nafil…(Learn To Be Wise)

Suatu sore di teras rumah dengan kolam ikan di hadapannya, terjadilah sebuah dialog ringan antara ibu dan anak lelakinya yg ketika itu duduk di kelas 5 SD.

(lebih…)

Refleksi pada Kata Bernama Iri

“Sekolah lagi ya?” Tanya seseorang long long time ago, dan berubah ga hanya seorang tapi jadi berorang2, hmmfh…begitu cepatnya berita menyebar, padahal saya bukan selebritis yg suka ngiklan atau maen pelem di tipi. Yaa pernah sih sesekali sayuting utk pemotretan di majalah Tr*b*s…(yee lo kate aye bonsai ape ye??)

“Oh eh iya, insya Alloh,” saya cuma bisa jawab singkat gitu saja.

“Waah, seneng ya…gratis lagi, beruntungnya jadi kamu,” katanya lagi. Deg, entah kenapa ada sedikit luka di hati saya. (lho??) Haha aneh ya, harusnya bersyukur ya dipredikati sebagai orang yg beruntung, sekalian di-amin-i juga, siapa tahu jadi doa. (aamiiin…)

(lebih…)

Menjadi Jujur pada Diri

Ini pengalaman ketiga saya membaca karya Dewi Lestari. Sejak mengkhatamkan novel Supernova-Petir-nya, lalu menamatkan 11 kisah Recto Verso yg mengagumkan, kali ini saya dibuat takjub oleh rentetan bahasanya dalam Perahu Kertas. Saya punya pandangan sendiri terhadap karya Dee (nama pena Dewi Lestari –red), tentunya pandangan yg berbeda ketika saya menikmati karya Helvy Tiana Rossa atau Asma Nadia (dua penulis yg saya gila2i karyanya). Sebab menurut penerawangan kacamata sastra saya (jjiiiaahh gayanya doang tuh), genre tulisan Dee dan HTR-Asma Nadia memang dua hal yg berbeda, namun memiliki kesamaan: sarat makna (nah yg ini serius).

(lebih…)