spreading the good feel

Masanya

Dan segala sesuatu itu akan ada di masanya. Tiba sesuai waktu yg dijanji Pemilik raya. Tak mengalami perlambatan pun ketergesaan di milisekonnya. Semuanya telah ditakar sesuai kadar. Ketika yg diharap dalam hidup belum kunjung menyapa, bahkan saat doa2 sudah kian terlafadz di luar kepala, bukan berarti Tuhan tak cinta lantas mengabaikan pinta hambaNYA. Justru Tuhan menyimak setiap aksara yg dilantun dengan setumpuk asa itu. Jangankan pada rentang frekuensi suara paling rendah yg bisa didengar manusia, gumaman hati pun Tuhan tak lewati barang seabjad kata. Jadi masih perlukah menebalkan ragu di dinding jiwa??

Tuhan tak diam pada tangan2 yg ditengadahkan calon ibu dan ayah yg meminta suara riuh celoteh putra di bilangan usia mereka. Tak mungkin bertindak semena2 pada kerasnya ikhtiar yg dilakukan seorang pemuda mencari penghidupan yg menjadi tanggungannya. Tak serta merta tak mengindahkan wajah2 hamba yg telah cukup waktu untuk menggenapi dan menjaga agamanya dengan menikah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Doa2 terlantun kian dalam. Bantuan2 dikerahkan kian gencar. Berita2 pro digaungkan kian lebar. Bagi mereka, penduduk bumi yang terampas hak asasi manusianya untuk hidup damai, yang kini tengah terengah berjuang menyambung nafas dari hari ke hari demi kedaulatan negeri yang tak hanya lagi setengah mati mereka dekap. Setiap ketakutan dan keberanian menjadi ironi yang tak menyurutkan nyali. Kesusahan dan keterbatasan yang datang tak berganti2, perlahan membuka mata dunia yang masih ragu berpihak. Meyakinkan nyata bahwa yang terjadi disana bukan lagi baku hantam senjata biasa, melainkan keganasan entitas rezim besar kepala dan sok berkuasa yang berlagak seperti manusia.

Baca entri selengkapnya »

3 Virus di Juni

“I’m going to lunch, wanna join??”

“No, thanks, I’m fasting.”

Hah?? Puasa?? Memang sekarang hari apa??

“Is it Monday, isn’t it??” Jawaban sahabat saya ketika ditanya perihal ‘ini hari apa?’ membuat saya agak sedikit terhenyak. Bukan saja karena saya melewatkan shaum sunnah di Senin lalu, tapi terlebih karena saya melupakan banyak hal akhir2 ini. Meski malamnya saya membuka2 agenda, menuliskan apa saja yang akan dilakukan esok hari, membaca catatan minggu lalu, dan memeriksa apakah ada soal yang perlu diselesaikan. Tapi tetap saja, esoknya saya masih juga lupa kalau itu hari Senin. Great.

Baca entri selengkapnya »

Dan biarkan jemari uji menggenggammu sesaat, sahabat. Agar mereka tersadar bahwa ketika itulah kekuatanmu justru terpancar. Meski mereka membayangi di seluruh wajah takdir, sehingga melulu terlihat sinis layaknya sipir yang menyinyir, bahkan membenamkanmu hingga ke batas nadhir, tapi tak menghilangkan pesonamu sedikitpun di mata semesta dan mungkin hingga kelak di hari akhir. Justru mereka akan mengingat bahwa ketakutan yang mungkin terlukis pada sekujurmu, tak akan seinchi pun mengantarkan pada kekalahan, sebaliknya, akan menjadi daya tak terkalahkan yang menghujam dalam diingatan mereka, rezim yang sudah tak lagi layak disebut manusia.

Baca entri selengkapnya »

Aargggh…sebenarnya aku malas menggeram seperti itu. Terlebih ketika aku sadar, geraman tak mampu menggeser posisi dunia sepersekianmilimeter pun. Aku juga tak ingin mengeluh dengan kalimat tanya ‘kenapa’ atau ‘mengapa’ soal hidup yang nampak selalu tersenyum sinis pada hariku. Karena selain aku tahu semestaku tak serta merta berubah menjadi kahyangan yang indah, tentu kau akan memberiku wejangan soal hidup yang lamanya melebihi kuliah 4 sks. Oh tidaakk…menjalani rangkaian hidup serupa benang kusut saja sudah cukup rumit untukku, tak perlulah ditambah dengan pidatomu yang sok humanis itu. No, thanks. (sembari menutup wajah dengan sebelah tangan)

***

Baca entri selengkapnya »

Hihihi…

Aku tertawa geli sendiri melihat jepretan2 lucu yang bertema bayi di beranda account jejaring sosialku (hyaa bilang aja epbe susahnya pake jejaring2 segala, laba2 kali ah). Mereka pelakunya adalah orangtua2 muda yang memasuki dunia baru pasca menikah: having baby (cieee, selamat yaah). Macam2 gaya2 unik yang mengundang senyum dari sosok2 mungil nan bersih itu. Ada yang sedang menguap, ada yang sedang melongo seolah berkata hello, ada yang terlihat berangan2, ada yang meringis ketika cukuran 40 hari, ada yang bonis alias bobo manis. Semua gambar menjelaskan hal yang sama betapa terberkati dan memesonanya mereka.

Baca entri selengkapnya »

Menulislah, Maka…

Dengan menulis aku bisa menyeimbangkan logika dan perasaan –Aku

Hmm…aku tak cukup ingat sejak kapan aku mulai ketagihan menulis. Yang aku tahu sejak membaca kumpulan cerpen pertama yang kupunya berjudul Kerlip Bintang Diandra karya Asma Nadia di kelas 2 SMA dulu, aku mulai suka mengamati orang2 dan lingkungan disekitarku lalu menuliskannya dengan gaya yang sangat sederhana. Sama halnya dengan tulisan2 sederhana mbak Asma namun membekas hingga sudut ruang2 benak. Aku ingin seperti beliau, gumaman kecilku hampir 8 tahun silam. Membahasakan cerita dengan tuturan sederhana namun kaya akan makna. Aku kemudian berpikir, betapa dahsyatnya hipnotis bayan pada kinerja otak dan hati manusia. Dan mungkin darisana kecintaanku berawal pada dunia tulis-menulis.

Baca entri selengkapnya »